ADAPTASI, INOVASI DAN DAMPAK PRESTASI SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE
by : Fuja Nurcantika Wahyudi (08/12/20)
Tahun ini merupakan tahun berkembang pesatnya teknologi dan media online terutama pada sistem pembelajaran di Indonesia. Sejak masa pandemi ini, media pembelajaran online sudah menjadi alternatif yang digunakan untuk menunjang berlangsungnya kegiatan pendidikan terutama pada siswa Sekolah Dasar, yang tentunya harus melakukan berbagai adaptasi belajar dan menciptakan inovasi-inovasi untuk menunjang prestasi mereka selama melakukan media pembelajaran online.
Siswa Sekolah Dasar yang berada pada rentang usia 6-12 tahun, masih kurang kesadaran mengenai pentingnya media pembelajaran online sehingga, mengharuskan orang tua mereka untuk bisa membimbing secara langsung. Hal ini juga disadari oleh orang-orang yang berperan penting dalam mendidik siswa Sekolah Dasar. Salah satunya Ibu Dinar Puji Astuti, S.Pd. yang merupakan seorang guru Sekolah Dasar di SDN 048 Sinarmanah Kota Bandung.
"Benar, adaptasi yang pertama kali kami lakukan yaitu sosialiasi dan penyuluhan kepada orang tua siswa, mengenai media pembelajaran online yang akan dilaksanakan selama masa pandemi ini, selain untuk mengedukasi kami juga ingin meyakinkan mereka untuk bisa bekerja sama mendidik anak-anak mereka," ujar Ibu Dinar Puji Astuti melalui media virtual zoom (07/12/2020).
Selain melakukan sosialisasi, Ibu Dinar menyebutkan jika para guru Sekolah Dasar juga harus melakukan adaptasi terhadap teknologi, sehingga dapat pula memberikan inovasi-inovasi pembelajaran terhadap siswa sesuai yang telah diinstruksikan oleh Pengawas Binaan Sekolah di Kota Bandung, Jawa Barat.
"Tentunya kami tidak hanya memberikan media pembelajaran online melalui virtual zoom atau whatsapp group, kami juga berinisiatif untuk melakukan inovasi media pembelajaran online seperti membuat video belajar dengan animasi agar mereka lebih tertarik untuk menonton dan juga mengikuti arahan Pemerintah dengan menonton bahan ajar di Televisi," ungkapnya.
Sehingga dengan adaptasi dan inovasi yang dilakukan oleh para guru ini diharapkan bisa memberikan dampak prestasi yang meningkat pada siswa.
"Dengan media pembelajaran online, beberapa nilai dan prestasi siswa sekolah dasar cukup meningkat, hal ini karena mereka dibimbing secara langsung oleh orang tua mereka masing-masing," ujarnya.
Namun, tidak semua siswa prestasinya meningkat, Ibu Dinar mengungkapkan bahwa banyak pula dari mereka yang tidak mengumpulkan tugas hingga berminggu-minggu, yang kemudian mengharuskan para guru menghubungi orang tua siswa untuk diberikan arahan agar siswa sekolah dasar bisa tetap mengerjakan tugas.
Hal inilah yang membuat orang tua siswa menjadi harus lebih memperhatikan anak-anak mereka. Seperti Ibu Siti Jenab yang merupakan orang tua dari siswa Sekolah Dasar yang masih duduk di bangku kelas 3 SD.
"Adaptasi yang kami lakukan banyak sekali, mulai dari jaringan, kuota dan sayapun sebagai orang tua harus bisa memaksimalkan peran saya sebagai pembimbing dalam media pembelajaran online di rumah," ujar Ibu Siti Jenab melalui aplikasi virtual zoom (07/12/20).
Selain harus bisa cepat beradaptasi, Ibu Siti Jenab mengungkapkan bahwa dirinya juga harus memberikan pembelajaran secara mandiri dengan memberikan inovasi belajar seperti mengajak anak untuk menonton secara langsung beberapa pelajaran yang bisa dilihat secara nyata melalui film ataupun aplikasi menonton lain.
Walaupun sudah memaksimalkan inovasi belajar dan beradaptasi dengan media pembelajaran online, Ibu Siti Jenab merasa bahwa prestasi anaknya menurun.
"Karena anak saya yang masih berada di umur 9 tahun, dia lebih ingin banyak bermain, itu semua menjadi hambatan ketika akan melakukan media pembelajaran online, dan anak-anak meminta untuk menunda belajar sehingga, prestasinya menurun dan menjadi kurang paham dengan materi pembelajaran," ungkapnya.
Menurut Ibu Siti Jenab, agar proses pembelajaran menjadi lebih maksimal sebaiknya para guru melakukan inovasi baru yang lebih menarik minat siswa, seperti meng-upgrade pembelajaran dengan inovasi bermain game sehingga dalam mengerjakan tugaspun mereka dapat menikmatinya.
Orang tua siswa dan juga guru memiiki harapan yang sama agar sekolah dapat kembali offline seperti biasanya. Namun, dengan keadaan yang masih sulit seperti saat ini, baik orang tua maupun guru harus bisa saling bekerja sama dan saling mengerti untuk tetap melaksanakan kegiatan media pembelajaran online sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan.

Komentar
Posting Komentar